Senin, 22 September 2025 – Babahrot
SMA Negeri 7 Aceh Barat Daya menjadi tuan rumah dalam kegiatan sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang diselenggarakan oleh Jasa Raharja, bekerja sama dengan tenaga medis dari rumah sakit setempat dan pihak Kepolisian. Acara ini dihadiri oleh sebanyak 60 orang siswa, dan guru.
Kegiatan sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Aceh Barat Daya, Bapak Indra Safril, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada Jasa Raharja dan seluruh narasumber yang hadir karena telah membawa edukasi penting yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa manusia.
“Kita tidak pernah tahu kapan musibah datang. Bekal ilmu pertolongan pertama sangat penting, apalagi bagi siswa yang sehari-hari berada dalam lingkungan yang aktif. Ini bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya.
Pemateri pertama berasal dari kalangan dokter yang membahas pentingnya tindakan cepat dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan lalu lintas, pingsan, luka bakar, hingga serangan jantung. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, dokter juga mempraktikkan teknik dasar pertolongan pertama, termasuk CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan penanganan korban patah tulang.
Sesi dilanjutkan oleh pihak Kepolisian yang mengulas mengenai aspek hukum dan keselamatan berkendara. Mereka menekankan pentingnya pemahaman terhadap tata tertib berlalu lintas serta bagaimana pengemudi atau saksi mata dapat memberikan bantuan pertama secara aman dan bertanggung jawab.
Jasa Raharja sebagai penyelenggara utama kegiatan ini juga memberikan materi seputar perlindungan dan jaminan kecelakaan bagi masyarakat, terutama korban kecelakaan lalu lintas. Mereka memperkenalkan berbagai program yang telah dijalankan serta peran penting Jasa Raharja dalam mendukung layanan darurat di Indonesia.
“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, para siswa bisa menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing. Ini adalah bagian dari program kami untuk menanamkan budaya sadar keselamatan sejak dini,” ujar perwakilan Jasa Raharja dalam pidatonya.
Acara juga diselingi dengan sesi tanya jawab antara siswa dan para narasumber. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai langkah-langkah praktis menghadapi korban kecelakaan dan bagaimana menghubungi layanan darurat dengan cepat.
Sebagai penutup, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik pertolongan pertama menggunakan alat peraga. Sesi ini dipandu langsung oleh tim medis dengan pengawasan guru, sehingga para siswa benar-benar memahami apa yang telah mereka pelajari secara teori.
Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang dunia medis dan keselamatan, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab sosial. Para peserta diharapkan mampu menjadi penolong pertama di situasi darurat, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
Kepala sekolah berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin tahunan, dan bahkan dikembangkan menjadi pelatihan khusus bagi siswa kelas akhir. “Ilmu seperti ini tidak hanya penting untuk saat ini, tapi juga menjadi bekal hidup mereka ke depan,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan sekitar pukul 12.30 WIB, para peserta tampak membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan – mereka kini dibekali keterampilan yang dapat menjadi pembeda di saat-saat krusial. SMA Negeri 7 Aceh Barat Daya pun menorehkan langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang tanggap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan.

إرسال تعليق